Rabu, 02 September 2009

Safari Lelaki


Safari lelaki mempunyai kenangan sendiri di kepala Saya. Mengingat segala printilan tentang s-a-f-a-r-i ini membuat Saya kadang tersenyum, tertawa, cemberut, mengeluh, memaki, dan tak jarang menitikkan airmata. Ada kenangan tersimpan dan memilih untuk tidak melupakan cerita globalnya. Masa lalu adalah masa lalu, punya tempat sendiri di dalam hati.

***

14 tahun lalu, saat Saya masih mengenakan seragam putih-biru dan baru merasakan menjadi 'anak gadis' bukan lagi hanya 'anak-anak' merupakan tonggak awal Saya memulai petualangan bersafari.

Saya menyebutnya petualangan. Ada tantangan disana yang tidak bisa Saya samakan dengan ketegangan memecahkan rumus aljabar atau hitungan ekonomi. Atau mendudukkan petualangan ini sama sejajarnya dengan saat-saat menegangkan ketika Saya harus duduk dan ikut menjadi peserta Cerdas-Cermat mewakili sekolah di Kabupaten.

Petualangan yang ini berbeda.
Bersafari kali ini membuat sebagian hormon oxytocin yang berada di dalam tubuh Saya bekerja dan efeknya sangat dahsyat ketimbang perasaan melambung karena berhasil menjadi Juara Kelas. Ntah kenapa, Saya menikmatinya dan menjadi addicted.

Dan 'safari lelaki' pun dimulai dengan beragam perasaan.
Kadang Saya naksir satu Anak Lelaki dan merasa tertantang mendapatkannya, lalu dalam hati berkata dengan setengah berjanji "Aku pasti bisa menjadi pacar dia." Hanya dengan keyakinan itu semua Anak Lelaki yang Saya inginkan pasti akan menjadi partner in crime. Walaupun tidak pernah bertahan lama.

Rekor terlama Saya untuk masalah bergandengan tangan atau masih saling melirik malu-malu dengan Anak Lelaki yang Saya suka sekitar 3 bulan. Terlama dengan berbagai alasan atau masih belum punya Anak Lelaki lain yang ditaksir.

Satu hal yang selalu Saya pegang adalah, Saya senang bersafari, Saya senang petualangan, Saya sosok pengejar, tapi Saya makhluk yang Anti-Menyatakan. Saya tidak juga senang menunggu, karena menunggu memakan waktu dan membosankan. Bagi Saya satu kesenangan akan menjadi kebahagiaan tersendiri.

Bukan ingin mengejar rating, tapi Saya selalu melihat Anak Lelaki sebagai bentuk taruhan. Taruhan pada diri sendiri untuk menaklukkan. Lebih kepada itu. Tapi, begitu Saya mulai merasa bosan dengan segera Saya akan meninggalkan mereka. Tanpa perlu alasan. Bagi Saya alasan hanya buat orang-orang yang tidak yakin untuk meninggalkan.

Kalau mau pergi, silahkan pergi saja!
Itulah Saya. Tanpa perlu mengarang berjuta alasan kepada Anak Lelaki yang hatinya Saya tinggalkan di closet, Saya terus mencari tantangan yang baru karena safari ini mengasyikkan.

Saya terus saja berpetualang dengan kriteria-kriteria yang berhasil Saya dapatkan tanpa pernah merasa itu sebagai sebuah malapetaka. Malapetaka durjana dunia yang akhirnya merubah pola hati dan menjauhkan Saya dari komitmen.

Ntahlah.
Bisa jadi kekacauan ini memang Saya reka sendiri karena takut nilai jual Saya di pasaran memudar kalau Saya mengikatkan diri dengan seseorang dalam waktu yang lama dan hanya memilih satu Lelaki saja untuk menemani Saya menghabiskan weekend. Masih ada ego yang terselip sangat kuat saat itu. Ego yang menguasai Saya bertahun-tahun setelahnya.

Selama masa bersafari dengan banyak Anak Lelaki, Saya memutuskan untuk mencoba safari lain di kelas Lelaki. Perjuangan ini sangat berat karena masih ada satu hormon lagi yang harus Saya coba bendung, hormon replace therapy. Dengan bertambahnya usia dan naik kelas dalam hal kebijakan memilih pilihan, sangat manusiawi ketika Saya memiliki gairah yang lebih dari sekedar bergandengan tangan atau sekedar berciuman tanpa french-kiss. Ini menyulitkan Saya. Saya kadang hampir mati kutu dan berusaha pasrah karena penasaran dengan rasanya. Pura-pura tidak belajar norma dan mengacuhkan pesan orang tua yang masih memegang teguh pola ketimuran.

Ingin sekali rasanya menikmati sekali saja dalam safari naik kelas ini. Tapi akal sehat masih bisa menguasai pikiran Saya yang masih menyisakan 1/4 rasionalitas. Minim akal, memang. Gairah menguasai 3/4 dari segala pikiran Saya. Ini membuat menderita.

Safari Lelaki membuat Saya harus lebih pintar menjaga diri. Berusaha tetap berada di trotoar agar aman, tapi berkali-kali hampir kepeleset kalau tidak segera ditangkap sama jaring-jaring akal yang kebetulan sedang patroli. Saya tahu, kalau pun Saya melakukan semua itu lebih kepada mengikuti naluri kebinatangan Saya yang sedang tidak bersahabat dengan Nilai Manusia. 

Setelah sekian lama memutuskan lari karena ketakutan dari ikatan dan komitmen dengan satu atau titik safari yang Saya ikut sertakan dalam petualangan, Saya memutuskan mundur dari arena safari. Sudah cukup rasanya bersafari dari satu Anak Lekaki kepada Lelaki. Saya dengan berusaha sadar memilih berhenti meneruskan safari Saya kalau tidak mau hidup Saya porak-poranda sampai usia renta. 

Usaha menerima kenyataan ini tidaklah mudah. Saya yang terlalu hedonis selama ini dengan mengagungkan dunia safari Saya harus pelan-pelan mengajak diri dan ego Saya berdamai. Dengan segala kesenangan di masa lalu atas petualangan dan adrenalin bersafari, Saya kini berbangga hati menanamkan plang besar di depan pintu taman safari kalau semua ini Saya lakukan bukan karena Saya sudah tidak laku lagi di kancah dunia per-Lelakian tapi lebih kepada karena Saya merasa sudah sedikit lebih waras.

Sekarang, Saya tidak berhenti total bersafari dan tidak akan pernah mau berhenti. Saya masih tetap bersama Lelaki. Tapi bedanya kali ini adalah, Saya hanya bersama Seorang Lelaki. Lelaki yang saya pilih dari sekian Lelaki yang pernah ikut terlibat dalam setiap safari Saya. Lelaki ini lah yang Saya pilih kelak untuk bisa berpetualang bersama dalam safari berbeda, SAFARI CINTA.

Bersama Lelaki Terakhir ini, Saya mengerti artinya berkomitmen dan belajar untuk tidak lagi terpedaya dan tergoda menjerumuskan diri ke dalam Safari Lelaki lainnya. Bukan karena bijak tapi lebih kepada karena tanggung-jawab sebagai konsistensi kedewasaan Saya.

Dan, Saya setiap hari tidak pernah lupa memasang spanduk di depan Taman Safari Saya dengan tulisan, "Mari Menjelajah Safari BersamaKu Sampai Akhir Dunia."


[xoxo, ln, 2009]





Minggu, 30 Agustus 2009

safari dharma raya.... eh itu mah bis... Safari Rumah Sakit


wabilahi taufik wal hidayah.. marilah kita mulai monolog ini......
ini masih bulan agustus kan...? baguus...
saya pernah alergi dengan bulan agustus *digaris bawahi pernah* berarti sekarang sudah tidak lagi... horeee....
simpel aja ...
karena bapakku mati bulan agustus!
udah gitu matinya dirumah sakit *thatdamnplace!* that`s why saya kheki luar biasa saat harus digeladak mengghadapi bangunan bernama RUMAHSAKIT
mo itu yang lokal interlokal internasional antar kota antar propinsi kek.. pokoknya nggak ngaruh TITIK!
padahal dulu... kira2 15 tahun lalu.. eike demeen banget tiap musti ngater bokap cuci darah seminggu 2 kali di RS. Tlogorejo semarang..
it means....= RS Tlogorejo is near Citraland Mall
it means....= aku bakal dapet jatah blanja blanji dari bokap buat bli komik... asyiiik....

but.. it was..

karena si bapak keburu meninggalkan kita semua berangkat cuci darah sendiri yang kemudian dia pun terpaksa meninggal sendiri *masak ajak-ajak ah.. hush*
ya sutralah.. kita yang ditinggalkan agak dongkol juga *bukan karena ngga dapat jatah blanja blanji lho yakk..*

beliau kan sakit dah 3 tahunan masak perginya terkesan ninggalin banget *idih yang namanya mati sapa yang bisa tauk yakk ya musti ninggalin lah..*

intinya dari semua inti tadi.. aku SEBEL, GAK SUKA , BENCI ama yang namanya RUMAH SAKIT
hingga suatu ketika dibulan mei 2006 saat gempa jogja kakiku sobek *bukan karena gempa tapi karena ketololanku* yang mengharuskanku ke RS buat jahit menjahit kaki..
*DAMN sialnya di combo dah!!!* udah terakhir kali disuntik jaman aku SD *imunisasi* punya ngeri nggak ketulungan ma RS jadilah kejadian ampun-ampunan di ruang operasi...
aku nuangiiis kejer2 nggak ketulungan kayak orang gila gara-gara takut, eh bisa-bisanya si dokter bilang aku malu-maluin.. masak luka gitu aja, ga gitu sakit ampe mewek-mewek bombay... *wuuu rupamu dok!!!*
brengsek juga nih dokter, nggak pernah ikut pramuka pasti dia...

sejak dari saat itu sebisa mungkin aku mlipir alus kalo sakit dan kudu berurusan ma dokter apalagi rumah sakit....
hingga kemarin..............
semua pun berubah...
plakh dzigh!!!!

ceritanya....
setelah dari kapan bulan membudak, menghamba sahaya pekerjaan sama setan *maap lho yakk sorry to say darl..*
(gimana nggak setan kadang membuat lupa beribadah dan mencukupi kebutuhan diri sendiri je... hehehe...)

jatuh sakitlah ane.. terpuruk dalam derita menggonggong berkepanjangan...*hiperbolik.com*
bayangin dalam 7 hari.. *from saturday to saturday* sudah 3 kali ngedatengin rumah sakit yang berbeda *rekooor gak pake takut saking desperate nya!!!!*
cek darah *it means disuntik honey.... & horeeiy.. i did it!!* meski was-was menunggu hasilnya..
perasaanku berkata dosa-dosaku bakal bisa terbaca dalam hasil tes darah itu... *dasar goblok*
menjejali mulutku dengan beragam obat anti-anti... dari anti biotik mpe anti radang.. parasetamol sampe obat segede gaban warna shocking pink yang norak minta ampyuun dengan rasa yang enggak banget!!!! ugh!!!
dan yang terakhir 2 kali suntik vit C dosis tinggi eh 3 sama satu suntikan entah apa gitu di pantat...
astagfirullah.... allahuma tobat yada.... dah.. ngga lage.. lage...
kaya dikutuk karena lama nggak insap2 deh ih...
jadi nyesel kadang diem-diem suka nyanyiin lagu keik gini...
"aku jauh.. engkau jauh..., aku dekat engkau jauh...."
hahaha
Tuhan ampuni aku..... *sujud-sujud mohon ampyuun...*

dan finalnya siang tadi dengan gagah berani ke RS lagi jumpa om dokter yang kemaren lagi...
dia nanya kenapa....
*sigh! pake nanya kenapa ya sakit lah yaw...!*
aku curhat nista dan terakhir memohon-mohon agar disudahi saja penyakit ini, tapi jangan euthanasia yakk dok... hehehe...

sekarang masiy dengan menggonggong didepan monitor sambil terus menghajar keyboard, dan tentunya dengan pantat bekas suntik yang masih agak ngilu...
ane sadar sesadar-sadarnya....
sehat itu nikmaaaaaaaaaaaaaaaat banget!
tapi sakit itu juga asoy kok... *ngga berani protes takut tar sakitku dilama-lamain ma yg diatas.. mending menjilat dikit-dikit dah ah.. hehhehe piss Tuhan..*

pasti ada hikmah dari setiap kejadian... *ini bukan ngutip ucapan ustad2 songong yg nampang di tipi-tipi itu lho yakk....*

hikmah pertama aku gak benci-benci amat ma RS sekarang secara terpaksa bin desperado modeON je...
kedua.. jadi kecanduan disuntik kayaknya... hahahaha... tapi special rekuest.. dok jarumnya yang paling kueciil... yak.. hehehehe.....

yah agustus 2009 membawa pencerahan dalam hidupku... untuk tak takut lagi kehilangan...
yakk bokap mang 10 tahun terakhirnya di pake buat safari rumah sakit... mungkin itu yang bikin jadi luka dalam dihati untuk ukuran bocah umur 10 tahunan kali yakk ditinggal pergi ma bapaknya...
tapi secara sekarang ane dah bangkotan hehehe...
it`s time to represente my self... ketakutan memang harus dihadapi...
dan akan terbantu jika terkondisi....

voila... kalo 3 hari kedepan gak ada progres yg berarti kayaknya aku mo safari rumah sakit aja di island of God ini... atau ke dukun aja kali yakk..??

mari menggonggong...
hyukk maree....

Selasa, 25 Agustus 2009

Tunggu, Bintang!

Bintang,

Jangan pergi dulu!

Temani langit menikmati pekatnya malam.

Baluri dia dengan kerlip cintamu.

 

Bintang,

Jangan beranjak pergi.

Temani malam melewati waktu,

Menunggu pagi memaksanya pulang.

Biarkan dia menyelimutimu dengan kehangatan.

 

Bintang,

Tetaplah disini dulu.

Toh pagi belum juga datang dan menggiringmu keluar dari peraduanmu.

Temani malam dulu, ya?

 

Ayo berjanji!

Bahwa Kamu akan setia menemani setiap malam dengan kerlipmu.

 

Bintang,

Kamu akan terus menjadi kejora dilangit malamKu, kan?

Aku butuh kerlip genitmu menyiasati pekat langitKu.

 

Bintang,

Terus temani Aku ya?

Jangan lelah menjaga kerlipmu untuk terus Ku nikmati,

Kilau binarmu berbalut dekapan malam.

[ln, doc]

.."its going to kiamat soon"..

Arrgghh, kesal waktu ngeliat rupa-rupa pemikiran orang yang ngerasa sok paling tahu tentang masa depan.

"Akan ada bencana lagi di...,"

"Orang terkenal bakalan mati pas...,"
"Ada artis yang bakalan cerai dan bikin heboh karena...,"

"Ada skandal antara si Bla dengan si Pret yang merebak dan ini bakalan menimbulkan malapetaka berupa.."

Dan yang paling bikin jengkel (plus deg-degan ketakutan) adalah satu point enggak penting yang menjudge kiamat sebentar lagi. Katanya sih ini bukan prediksi tapi bakalan beneran terjadi.

Hiiiii, serem banget sih!

Terus kalau kiamat beneran kejadian tanggal 12 Desember 2012 gimana dong?

Wah gawat!
Deretan list berisi mimpi harus dikejar nih, jangan sampai mati di akhir dunia tapi enggak membawa kebanggaan apa-apa. Setidak-tidaknya satu pun tak mengapalah walaupun nantinya enggak bakalan sempat dibanggakan di depan siapa-siapa.

Saking banyaknya, Aku sampe bingung mau ngejar ingin yang mana dulu ya?
Poinnya sebanyak ini, apa iya bisa terwujud dalam waktu lebih kurang dua tahun?

Mmmm,..

Belum NIKAH.
Hah? Ini nih kenikmatan dunia tiada tara. Apalagi kalau ngingat apa kata orang tua, kalau mati dengan kondisi melajang bisa jadi kerak neraka. Alamak! Ampun Gusti! Bukannya menolak kodrat dan enggak mau menikah, tapi yang mengajak nikah belom ada.
Pasangan sih punya. Terikat komitmen sih iya. Serius? Banget! Cinta? Pastinya! Tapi, ya itu dia, masalah kesiapan mental yang belum ada. Tapi apa iya nunggu sehari sebelum kiamat baru buru-buru nikah menghindari jadi kerak neraka?
**Kayanya, calon pengantinku harus segera diberitahu berita besar ini kalau enggak mau dilaknati dunia-akhirat.

Belum MAPAN.
Katanya sih uang bukan segala-galanya. Hidup enggak selalu mengejar materi. Lah tapi apa iya menjadi parasit seumur hidup dengan enggak punya penghasilan? Boro-boro menabung, buat sehari-hari aja masih ngos-ngosan.
Padanan mapan itu apa, ya? Umur udah menjelang 30 tahun tapi kehidupan masih gini-gini aja, segala cucuran keringat yang dicucurkan buat mengejar karatan berlian masih belum ada hasil yang kelihatan. Aduh!

Belum PUNYA ANAK!
Pengen banget beranak, tapi bisa enggak tanpa harus mengurus Bapaknya? Kalau lah boleh, apa sebaiknya kantung telur ini digadaikan untuk tabungan sperma dari laki-laki ntah siapa pun lah itu asal bisa menimang dan menina-bobokan seorang anak manusia.
Trus, kembali berpikir apakah keluarga bakalan setuju dan berusaha tidak ambil pusing? Fyuh!

Belum JADI MISS UNIVERSE.
Hehehehehe impian terpendam. Tapi enggak perlu alasan, hanya alasan klasik kalau semua perempuan pasti pengen jadi primadona. Kalau enggak bisa jadi primadona dunia, jadi primadona tingkat RT juga enggak apa-apa yang penting bisa merasa mengenakan mahkota imajinatif. Kalau RT pun terlalu berat, yah minimal jadi primadona di warung internet milik calon pendamping aja lah. *Celingak-celinguk memastikan apa yang diketik aman!*

Belum jadi SCRIPT WRITER HANDAL.
Pengen banget bisa duduk sama pendek dan berdiri sama tinggi dengan Steven Spielbergs atau Tim Burton. Enggak perlu bicara karena Aku gagap bahasa hanya perlu mengangguk, tersenyum, dan ikut bertepuk tangan saat Piala Citra ala Hollywood dibacakan. Itu sudah cukup!

Belum MATI.
Hiks sekarang jadi mikir, lebih baik hidup sampai kiamat datang atau mati sebelum kiamat menghancurkan dunia? Apa lebih baik mulut-mulut pengumbar masa depan aja yang disumpal dengan pecahan meteor biar Aku bisa terus santai menikmati hidup dan mengejar mimpi tanpa pernah takut Kiamat Akan Datang. A.S.A.P!

Nantikan di pagelaran dunia, akhir kehidupan umat manusia di panggung sandiwara milik Tuhan. Tempat dan waktu terbatas!




"...is going to die soon..."


Pernah nggak meratapi nasib menjadi seorang anjing?
yang kalo menggonggong sering disumpahin orang.. apalagi kalo yang digonggongin itu orangnya latah atau kagetan.. hahahaha.....

hehehe.. tau kenapa kok tiba-tiba keluar statement itu.. karena sudah 3 hari saya menggonggong bak seekor anjing.. sampai akhirnya kubernyanyi...

"...ada anjing gonggong beta e, ada beta gonggong anjing e..."

tapi seru juga jadi bisa menikmati *cenderungmeratapi sih* indah dan enaknya sehat selagi sakit kayak gini...
setelah beberapa hari mengalami panas demam naik turun kayak harga saham di BEJ akhirnya hilang demam timbullah batuk!! *deepsigh!*

rasanya...
rasanya...
rasanya...
...is going to die soon...
hwaaaaa......

mau protes ma yg diatas takut dibikin lebih terpuruk dari pada nasib nyaris 30 dan belum berpasangan.. hahahaha...

tapi bukan itu poinnya...
mungkin kemarin ada infak yang belum terbayar, ada janji yang belum terselesaikan....
*sok wise modeON sapa tau tar diorbitin kayak kyai-kyai jaman sekarang yang merambah kesegala segmen meski kadang keliatan maksa banget deh ih... jadinya najrong tralalalalalala.....*

kayaknya saya sekarang tau kenapa mulut dan tenggorokanku kini dijejali dengan penyakit batuk radang laknat ini....
pasti karena aku terlalu banyak menggonggong....
hehehe dan yang tak sepakat dengan gonggonganku pasti dia nyumpahin aku *su`udzon modeON* hehehe...

tapi gpp suara jadi terdengar terseret2 sekseeeh.. hehehe..

Alhamdulillah Tuhan kau buat aku rajin menggonggong...
semoga gonggongan ini menyadarkan orang betapa sehat itu nikmat.....
selamat sehat...

mari menggonggong....